PENGEMBANGAN DIRI
Bagi kebanyakan orang pengembangan diri masih
merupakan kata yang abstrak. Apa itu cuma sekedar pemberian motivasi ketika
Anda sedang down? Apa hubungan pengembangan diri dengan kreatifitas? Kapan itu
harus dilakukan? Dari sekian banyak pengertian mengenai pengembangan diri,
saya ingin menyimpulkan bahwa pengembangan diri dimulai dari pengetahuan
tentang:
- Siapa diri kita
- Apa yang kita mau dan tujuan kita
- Apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu
Tiga hal ini menjadi peta dasar untuk pengembangan
diri kita. Untuk mencapai apa yang kita mau kita harus tahu siapa diri kita dan
apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu. Dari sana kita bisa menyiapkan
diri dengan belajar, berusaha, dan bekerja.
Pengembangan diri merupakan topik yang luas
karena didalamnya ada manajemen waktu, personal
goal setting, creative thinking, self healing, motivation, problem solving
dan masih banyak lagi. Tetapi kita selalu kembali ke 3 hal diatas karena
pengembangan diri merupakan proses yang harus terjadi di dalam DIRI SENDIRI,
bukan orang lain. Artinya kita menciptakan kondisi baru di luar dengan
melakukan perubahan di dalam diri sendiri.
Di tulisan berikutnya saya akan membahas lebih
detil apa saja yang terkandung dalam peta dasar pengembangan diri tersebut.
Pengembangan Diri:
Dimulai darimana? disini saya ingin membahas pengetahuan tentang siapa
diri kita yang pada dasarnya merupakan awal dari segala hal yang berhubungan
dengan pengembangan diri. Kita sebagai
individu sering mengkaitkan identitas diri dengan segala hal yang kita punya:
pekerjaan, keluarga, hobi, dll. Ketika seseorang bertanya, "Siapa
Anda?", biasanya Anda cenderung menjawab, "Saya manajer di perusahaan
A" atau "Saya suami si anu".
Pernahkan Anda berpikir bahwa jawaban seperti itu cenderung
mendorong Anda ke kotak yang sempit?Ini karena Anda menghubungkan siapa Anda
dengan jabatan atau status Anda. Padahal semua itu hanya bersifat sementara
yang satu hari pasti akan musnah.
Nah, kalau Anda ingin mengembangkan diri, Anda sebaiknya mulai
bertanya dengan jujur siapa diri Anda sebenarnya diluar segala hal yang
sifatnya sementara. Diri Anda yang
sesungguhnya adalah sesuatu yang tidak pernah pudar dan selalu berkembang. Diri
Anda tidak terwakili oleh sekedar pekerjaan, status, uang, dsb. Ketika Anda
menyadari hal ini Anda akan terbebas dari belenggu keterbatasan dan pada saat
yang sama membuka ruang seluas-luasnya untuk belajar dan tumbuh.
Mengapa banyak orang gagal padahal mereka punya uang dan
berpendidikan tinggi? Jawaban singkatnya adalah meskipun uang dan pendidikan
adalah hal penting tetapi itu semua bukan faktor yang menentukan sebuah keberhasilan.Sebaliknya kesadaran diri bahwa Anda adalah
individu tak terbatas dan selalu berkembang bisa mengundang uang, pendidikan
dan dukungan dari orang-orang disekitar Anda sebagai pembuka jalan menuju
keberhasilan.
Banyak kisah orang sukses yang dimulai hanya dengan sebuah
tekad.Mereka mampu melewati rintangan yang menghadang.Jatuh dan bangkit kembali
sampai akhirnya menemukan jalan menuju keberhasilan.
Tentunya keberhasilan tidak bisa dicapai dalam satu malam. Tetapi dengan kesadaran bahwa Anda adalah individu tak terbatas, selalu berkembang, dan terbebas dari penjara identitas akan menumbuhkan konsistensi dalam mengembangkan diri sehingga suatu hari Anda bisa berkata, "Saya bangga dengan keberhasilan saya".
Tentunya keberhasilan tidak bisa dicapai dalam satu malam. Tetapi dengan kesadaran bahwa Anda adalah individu tak terbatas, selalu berkembang, dan terbebas dari penjara identitas akan menumbuhkan konsistensi dalam mengembangkan diri sehingga suatu hari Anda bisa berkata, "Saya bangga dengan keberhasilan saya".
Sangatlah sulit untuk mengenal diri kita, karena sesungguhnya kita
sendiri tidak pernah menyelami dan ingin tahu siapa kita, bagaimana kita dan
darimana kita. Itulah makanya hal yang terpenting dalam kehidupan kita adalah
mengenal diri kita dan mampu menguasai diri kita sehingga kita mampu
mengembangkan segala potensi yang kita miliki.Yang menjadi masalah adalah
tidaklah mudah untuk melakukan itu semua. Perlu suatu reformasi diri yang
dilakukan secara bertahap sehingga mampu merubah sikap negatif yang selalu
tertanam dalam diri kita menjadi hal yang positif. Contoh bagaimana seorang
Thomas Alfa Edison yang selalu berusaha walaupun ratusan kali dia gagal,
akhirnya dia berhasil. Inilah sebenarnya hakekat hidup yaitu terus berusaha
karena Alloh berfirman bahwa Alloh tak akan merubah nasib suatu kaum jika
mereka sendiri yang tidak merubahnya. Dalam pandangan ini jelas etos kerja dan
keikhlasan akhirnya akan membawa kita sedikitnya mengenal siapa diri kita
Melihat Kegagalan Dari Konteks Pencapaian
Apa yang dimaksud dengan kegagalan dan apakah
kita perlu mempelajarinya untuk mencapai sukses?
Menarik untuk disimak, kegagalan bisa diartikan berbeda oleh banyak orang. Satu pandangan mengatakan kegagalan adalah ketidakmampuan mencapai apa yang diinginkan. Sementara ada juga yang menganggap kegagalan terjadi akibat terlalu memaksakan diri melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan yang ada atau istilahnya “nafsu besar tenaga kurang”.
Menarik untuk disimak, kegagalan bisa diartikan berbeda oleh banyak orang. Satu pandangan mengatakan kegagalan adalah ketidakmampuan mencapai apa yang diinginkan. Sementara ada juga yang menganggap kegagalan terjadi akibat terlalu memaksakan diri melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan yang ada atau istilahnya “nafsu besar tenaga kurang”.
Lantas pertanyaannya, apakah kita perlu
mempelajari kegagalan? Kalau kita bercermin pada perusahaan-perusahaan dan
tokoh-tokoh besar dunia, mempelajari kegagalan hanya berguna dalam konteks
pencapaian sukses. Dalam hal ini, kegagalan memberikan pengetahuan tentang apa
yang kita luput lakukan di masa lalu dan bagaimana kita sebaiknya melakukannya
di masa depan agar sukses tercapai.
Eksperimen hari ini:
1. Pilih satu hal yang ingin Anda tampilkan
berbeda? Misalnya: bagaimana tindakan saya bisa memberikan dampak positif bagi
orang-orang?
2. Ambil contoh tiga orang yang Anda anggap
mewakili “role model yang sukses” di area ini
Misalnya: Nelson Mandela, Soekarno, Ayah Anda sendiri.
Misalnya: Nelson Mandela, Soekarno, Ayah Anda sendiri.
3. Sikap apa yang kira-kira mereka sama-sama
miliki? Adakah kesamaan karakter dan strategi mereka? Misalnya: mereka punya
keyakinan diri, mereka mau mengambil risiko, mereka menyayangi orang-orang
disekitarnya.
4. Sekarang ambil satu orang yang Anda anggap
gagal di area ini Misalnya: Hitler
5. Apa yang sama antara orang ini dengan
ketiga orang yang sukses? Misalnya: barangkali dia juga punya keyakinan diri,
juga mau mengambil risiko (meskipun dijalan yang merugikan)
6. Apa perbedaannya? Misalnya: Dia mengajarkan
kebencian, memposisikan dirinya diatas orang lain.
7. Sekarang kembali ke role model yang sukses. Jika Anda ingin seperti mereka, apa yang bisa Anda lakukan yang berbeda dengan contoh yang gagal? Misalnya: mengajarkan kasih sayang, memperlakukan orang lain setara, berani mengambil risiko tanpa merugikan orang lain.
7. Sekarang kembali ke role model yang sukses. Jika Anda ingin seperti mereka, apa yang bisa Anda lakukan yang berbeda dengan contoh yang gagal? Misalnya: mengajarkan kasih sayang, memperlakukan orang lain setara, berani mengambil risiko tanpa merugikan orang lain.
Selamat bereksperimen dan salam sukses!
Ada
tiga kata kunci sukses
pengembangan
diri. Ketiganya harus ada, jika tidak maka pengembangan diri
Anda tidak akan berhasil. Sering kali sebuah buku pengembangan diri hanya
membahas hanya salah satu atau dua dari ketiga kata kunci ini, sehingga buku
tersebut tidak memberikan manfaat langsung kepada pembacanya. Dengan memahami
ketiga kata kunci ini, insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat lebih dari
setiap buku atau ebook yang Anda baca.
Kata
kunci pengembangan
diri yang pertama
adalah “what”. Atau apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan diri? Jika Anda ingin menjadi
seorang pembicara publik, apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus
dilakukan. Anda ingin percaya diri? Apa saja yang diperlukan dan apa saja yang
harus dilakukan? Jika Anda ingin berpikir positif, Anda pun harus bertanya apa
saja yang diperlukan atau apa saja yang harus dilakukan. Kata kuncinya ialah “apa”.
Kata “apa” akan memberikan kerangka kerja untuk mencapai sesuatu.
Namun
tidak cukup dengan pertanyaan “what” saja. Banyak buku yang membahas
“what” saja sehingga setelah membaca buku tersebut, kita masih bingung. Semua
orang tahu bahwa sukses harus bertindak, tetapi bagaimana
caranya? Semua orang tahu bahwa jika ingin sukses berbisnis harus banyak bersilaturahim,
tetapi bagaimana cara bersilaturahim? Oleh karena itu, kata kunci pengembangan diri yang kedua ialah “how” atau
lebih lengkapnya ialah “how to do”.
Jangan
salahkan jika sebuah buku atau seminar yang hanya membahas “what to do”,
karena memang itu tujuannya. Yang diperlukan ialah usaha kita
untuk mengetahui bagaimana melakukannya atau “how to do”-nya. Seorang entrepreneur
haruslah kreatif, namun bagaimana agar kreatif? Anda harus mencari cara
bagaimana supaya kita kreatif? Anda harus memiliki ilmu tentang kreativitas dan kemudian melatihnya. Jawaban ini baru dalam tahap “what to do”. Lalu,
bagaimana caranya?
Yang
ketiga ialah “why”. Menurut Robert T Kiyosaki ini adalah kata kunci
terpenting dibanding kedua kata kunci lainnya.“Why” adalah alasan yang
mendorong Anda melakukan sesuatu. Jika Anda ingin memiliki keterampilan
menulis, mengapa Anda harus memiliki keterampilan menulis? Semakin kuat jawaban
Anda terhadap pertanyaan “why”, maka dorongan untuk melakukan akan
semakin besar. Percuma Anda sudah mengetahui jawaban dari “what” dan “how”,
tetapi tidak memiliki jawaban dari “why” atau jawabannya lemah. Jawaban
dari “why” adalah motivasi Anda memiliki keterampilan tersebut.
Jadi
dalam pengembangan diri Anda harus mengetahui what to do, how to do, dan why.
Tanpa ketiga kata kunci ini, pengembangan
diri Anda tidak
akan berhasil.
Bagaimana
cara
meyakinkan diri sendiri untuk memiliki rasa percaya diri? Pertanyaan ini bagus sekali, karena kunci dari percaya diri adalah keyakinan akan diri sendiri.
Jadi, pertanyaan ini ialah bagaimana cara meyakinkan
diri sendiri. Jika Anda sudah memiliki keyakinan akan diri sendiri, maka percaya
diri akan muncul.
Banyak
orang yang mengatakan tidak yakin kalau belum melihat dengan mata sendiri. Meski ungkapan ini “rancu” namun
itulah apa yang ada di pikiran banyak orang. Mereka hanya yakin jika sudah
melihat. Padahal kalau sudah melihat bukan keyakinan lagi, itu namanya sudah
pengetahuan.Justru, yakin itu terhadap sesuatu yang belum kita lihat.
OK,
tidak masalah. Bagaimana pun itulah apa yang ada di pikiran kebanyakan orang.
Termasuk Anda? Sekarang kita
akan belajar bagaimana “melihat” kemampuan Anda, sehingga Anda menjadi lebih
yakin bahwa diri Anda mampu. Inilah cara meyakinkan diri.
Cara
melihat kemampuan Anda ialah dengan melakukan apa yang disebut: “tantangan“. Banyak penulis buku mengatakan, jika
kita ingin percaya diri, maka lakukanlah tantangan.Tantangan adalah sebuah
tindakan yang selama ini Anda anggap sulit bahkan tidak mungkin dilakukan.
Mengapa
harus melakukan tantangan? Karena ini langkah awal cara meyakinkan diri. Jika
Anda hanya melakukan apa yang Anda bisa, Anda tidak bisa melihat kemampuan Anda
yang sesungguhnya. Dengan
melakukan tantangan, mata Anda akan terbuka, ternyata Anda bisa melakukan
sesuatu yang selama ini Anda anggap tidak bisa. Maka percaya diri pun akan naik.
Masalahnya.
Banyak orang yang enggan melakukan tantangan. Baru
mendengar saja, sudah terlintas sesuatu yang berat. Melakukan tantangan adalah
keluar dari zona nyaman, sehingga banyak orang yang tidak mau melakukannya.
Termasuk Anda? Coba saja periksa, seberapa banyak tantangan yang pernah Anda
lakukan.
Oleh
karena itu, ada strategi khusus bagaimana cara kita melakukan tantangan. Strategi itu
adalah: bertahap. Anda
akan merasa berat atau sulit jika langsung menghadapi tantangan yang berat.
Tantangan harus bertahap, mulai dari tantangan yang kecil, kemudian dinaikan
lagi sampai Anda mampu melakukan tantangan besar dalam hidup Anda. Cara meyakinkan diri harus dilakukan secara bertahap.
