PRASASTI ITU ADALAH BUAH CINTA
Jangan ganggu aku,
Aku sedang nikmati rasa sakitku.
Aku sedang gauli perihku.
Aku sedang cumbui lukaku.
Biarkan aku disini,
Menumbuk langit,
Sampai menjadi embun.
Biarkan aku disini,
Menggembala kawanan mega,
Mengurapi cakrawala.
Meregang aku,
Bukan karena nikmat,
Melenguh aku,
Bukan karena syahwat,
Meronta aku,
Bukan karena geliat.
Aku sedang membangun prasasti besar,
Lebih besar dari Borobudur,
Lebih “miring” dari menara condong,
Lebih angkuh dari tembok China
Karena prasastiku adalah cinta
Jangan ganggu aku,
Aku sedang nikmati rasa sakitku.
Aku sedang gauli perihku.
Aku sedang cumbui lukaku.
Biarkan aku disini,
Menumbuk langit,
Sampai menjadi embun.
Biarkan aku disini,
Menggembala kawanan mega,
Mengurapi cakrawala.
Meregang aku,
Bukan karena nikmat,
Melenguh aku,
Bukan karena syahwat,
Meronta aku,
Bukan karena geliat.
Aku sedang membangun prasasti besar,
Lebih besar dari Borobudur,
Lebih “miring” dari menara condong,
Lebih angkuh dari tembok China
Karena prasastiku adalah cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar