Jumat, 18 Juli 2014

Bara & Belati

Seonggok bara membuncah,
Gapai titik api yang mulai beku.
Menyeringai retak, pecah
Bagai cermin dihantam peluru

Aku.....,
Hanya secuil harap dari sisa waktu
Menyayati sembilu berpilu-pilu
Meranggas, terhempas dan mengabu
Waktu telah menikamku bertalu-talu

Lidah api kini menari-nari,
Menusuk ruang dari segala dimensi
Bagai belati meliuk penuh birahi
Menggores asa dari dua sisi

Bara yang beku, dan
Belati yang legam lebam
Meremas kata dan nada
Ada

*Kedaung, 18 Juli ‘14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

PRASASTI ITU ADALAH BUAH CINTA

PRASASTI ITU ADALAH BUAH CINTA Jangan ganggu aku, Aku sedang nikmati rasa sakitku. Aku sedang gauli perihku. Aku sedang cumbui lukaku. Bi...