Kamis, 23 Maret 2017

Rembulan Rebah


Rembulan rebah,
Tak lagi purnama memang,
Hangat malam memicu gerah,
Tanpa baju dadaku telanjang.

Kalimatmu hanya sepatah,
Membacanya jadi gamang,
Harapku pupus, tak pernah,
Meski nadiku mengejang

Mawar merah,
Berduri tak pernah rebah,
Durimu lindungi dari para lebah,
Aromamu menebar marwah

Berhikmat pada rasa,
Berjingkat asa,
Berharap dapat ku gauli sentausa,
Kuboyong pada nirwana

Nirwana mayapada,
Menggerus magma selaksa sutra,
Langit merona,
Karena senyummu adanya

Tangsel, 17 Maret 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

PRASASTI ITU ADALAH BUAH CINTA

PRASASTI ITU ADALAH BUAH CINTA Jangan ganggu aku, Aku sedang nikmati rasa sakitku. Aku sedang gauli perihku. Aku sedang cumbui lukaku. Bi...