Rembulan rebah,
Tak lagi purnama memang,
Hangat malam memicu gerah,
Tanpa baju dadaku telanjang.
Kalimatmu hanya sepatah,
Membacanya jadi gamang,
Harapku pupus, tak pernah,
Meski nadiku mengejang
Mawar merah,
Berduri tak pernah rebah,
Durimu lindungi dari para lebah,
Aromamu menebar marwah
Berhikmat pada rasa,
Berjingkat asa,
Berharap dapat ku gauli sentausa,
Kuboyong pada nirwana
Nirwana mayapada,
Menggerus magma selaksa sutra,
Langit merona,
Karena senyummu adanya
Tangsel, 17 Maret 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar