PEDOMAN PEMBINAAN
MASA
ORIENTASI SISWA ( MOS )
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
O
L
E
H
BAMBANG HERI WIBOWO
SEKOLAH
MENENGAH ATAS (SMA) MOH. HUSNI THAMRIN
Jl. H. S. Nawi No. 37 Situ
Gintung – Ciputat Timur
Kota Tangerang Selatan -
Banten
Tlp. : 021 – 7421442
Email : perguruanthamrin@yahoo.co.id
BAB I
P E D A H U L U A N
A. Latar Belakang
Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri–ciri khusus
yang membedakannya dengan jenjang pendidikan lainnya. Kekhususan ini
dibutuhkan, karena cara penyampaian materi pendidikan perlu disesuaikan dengan
tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis peserta didik. Adanya ciri
khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar
yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu ditinggalkan dan diganti dengan
cara belajar yang baru yang lebih sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan
mental psikologis siswa.
Penyelenggaraan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMP, SMA
dan SMK merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan
pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang akan didudukinya. Disamping itu,
kegiatan MOS diadakan sebagai upaya untuk menjembatani siswa mengenal berbagai
kekhususan dari jenjang pendidikan barunya, baik yang berupa lingkungan fisik,
lingkungan sosial maupun program belajar.
Untuk jenjang SMP, SMA dan SMK, kegiatan MOS disusun
dengan memperhatikan kenyataan bahwa :
1. Hari–hari
pertama adalah masa ketika sebagian besar siswa memasuki lingkungan yang baru,
karena teman sekelasnya tidak berasal dari kelas yang sama maupun sekolah yang
sama.
2. Pengalaman–pengalaman
awal dalam lingkungan yang baru datang mempengaruhi kesan umum terhadap
lingkungan yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu diusahakan agar kesan awal
yang terbentuk terhadap lingkungan sekolah baru adalah kesan yang positif dan
menyenangkan yang dapat membangkitkan minat belajar pada hari - hari
berikutnya.
3. Siswa-siswa
diharapkan dapat menarik kesimpulan berdasarkan percobaan yang dilakukan,
seperti misalnya ketika mengadakan praktikum kimia, fisika dan biologi. Siswa
perlu dibantu untuk mengembangkan kerampilan ini, antara lain dengan mulai
mengajak siswa memikirkan makna dari kegiatan MOS. Selain harus menyenangkan
juga harus mampu mendorong dan memotivasi siswa untuk memikirkan makna
pengalaman ini.
B. Landasan
1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang sistim Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor
78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496)
;
2.
Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan ;
3.
Peraturan mentari Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan ;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan ;
5. Surat Edaran Direktur Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indoneia
omor 220/C/MN/2008 tanggal 18 Januari 2008, perihal Kegiatan “Masa Orientasi
Siswa”
C. Sasaran
Sasaran MOS adalah siswa baru SMP, SMA dan
SMK, Moh. Husni Thamrin Ciputat Timur dengan mengikutsertakan siswa senior, guru dan karyawan sekolah.
D. Tujuan
1.
Tujuan Umum
Secara umum
MOS bertujuan:
a.
Agar siswa baru mengenal kehidupan sekolah dan
menyatu dengan warga sekolah dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti kegiatan
belajar – mengajar.
b.
Memberikan kesan positif dan menyenangkan
terhadap lingkungan pendidikan barunya. Mereka diharapkan mengawali kegiatan pendidikan
dengan hal – hal yang menggembirakan sambil mengenal dan mempelajari sesuatu
yang baru, baik yang berkaian dengan lingkungan fisik, lingkungn sosial maupun
dengan cara – cara belajar yang baru.
2.
Tujuan Khusus
a. Membantu
siswa mengenal lebih dekat dengan lingkungan pendidikan SMP, SMA dan SMK,
sehingga tercipta suasana edukatif dan kondusif ;
b. Mendorong
siswa untuk bersikap proaktif dalam mengenali para guru, tenaga pendidikan dan
kakak–kakak kelasnya, sehingga peserta MOS bisa merasa lebih aman berada
bersama mereka ;
c. Membantu
siswa baru beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah, dan lingkungan
sekolah, mengetahui hak dan kewajiban serta mampu bertanggung jawab dalam
kehidupan bersekolah ;
d. Memahami
kehidupan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala, sehingga
fungsi sekolah, guru, siswa dan masyarakat lingkungannya dapat mendukung
terwujudnya tujuan pendidikan secara komperehensif
e. Mendorong
siswa untuk memiliki kepercayaan diri sehingga berani mengungkapkan pendapat
dan aktif mempertanyakan kebenaran pendapat orang lain.
f. Mendorong
siswa untuk aktif menambah pengetahuannya melalui pengamatan terhadap
lingkungan sekolah yang baru.
g. Memotivasi
siswa agar merasa bangga menempuh pendidikan di sekolahnya, sehingga dapat
memahami dan melaksanakan aturan–aturan sekolah dengan baik.
BAB II
PROGRAM KEGIATAN
A. Prinsip–Prinsip Penyelenggaraan MOS
Penyelenggaraan MOS pada jenjang SMA ini berdasarkan
prinsip–prinsip sebagai berikut:
1.
Hari–hari pertama masuk sekolah selama tiga
hari, diisi dengan kegiatan masa orientasi siswa yang bersifat edukatif dan
bukan mengarah kepada tindakan destruktif dan atau kegiatan lain yang merugikan
siswa baru baik secara fisik maupun secara psikologis;
2.
Kegiatan MOS dilakukan selama jam belajar antara
lain dengan ceramah, pengenalan terhadap program dan cara belajar, tata tertib,
kegiatan ekstrakulikuler, lingkungan serta visi dan misi sekolah, sebagai awal
kearah tebentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar;
3.
Pelaksanaan MOS harus didasari prinsip mudah,
murah, menyenangkan, massal dan meriah. Untuk kegiatan–kegiatan MOS perlu
disesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan.
4.
Pendanaan pelaksanaan MOS dibebankan pada
Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ( APPBS )
5.
Penyelenggaraan MOS bersifat fleksibel/luwes,
dapat memilih beberapa acara yang tercantum dalam lampiran juklak ini. Acara
yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Harus
diingat bahwa daftar kegiatan yang dicantumkan dalam lampiran ini adalah alternatif kegiatan yang bukan kegiatan
wajib yang harus seluruhnya dilakukan. Bahkan sekolah dibolehkan
mengembangkan acara lain, selama acara itu mendukung tercapainya kegiatan MOS.
6.
Pelaksanaan MOS harus melibatkan secara aktif
guru dan siswa senior karena kegiatan MOS merupakan bagian dari hari efektif
belajar. Maka pelaksanaannya diatur Kepala Sekolah, siswa senior tidak diliburkan.
7.
Kegiatan MOS dapat dilaksanakan secara terpusat
atau secara terpencar. Kegiatan terpusat maksudnya kegiatan yang diikuti
sekaligus oleh seluruh siswa baru dan siswa senior dibawah pimpinan seorang
fasilitator. Sebaliknya acara terpencar adalah acara yang berlangsung dalam
kelompok–kelompok/gugus. Tiap kelompok/gugus dipimpin oleh seorang fasilitator
yang berbeda. Fasilitator adalah seseorang yang mengendalikan jalannya acara.
Orang ini bisa kepala sekolah, guru, tokoh msyarakat, atau kakak kelas.
Pembentukan kelompok/gugus tidak berdasarkan kelas–kelas yang dibentuk. Jumlah
anggota kelompok/gugus dapat disesuaikan dengan kelompok/gugus.
8.
Untuk memperlancar kegiatan yang bersifat
terpencar, dapat dibentuk subkelompok/ subgugus yang terdiri dari siswa senior,
siswa baru, dan guru. Jumlah tiap subkelompok/ subgugus warga sekolah dibatasi
antara 5 – 10 orang.
9.
Penyampaian meteri dalam MOS seminimal mungkin
menggunakan metode ceramah dan tidak diperbolehkan mengadakan
perpeloncoan dalam bentuk apapun.
B. Langkah – Langkah
Pelaksanaan MOS
1.
Pembentukan Panitia
Panitia MOS
sebaiknya sudah selesai dibentuk dan diumumkan sebelum dimulainya liburan akhir
tahun pelajaran, sehingga panitia yang ditunjuk dapat melakukan langkah–langkah
persiapan.
2.
Pembentukan gugus/kelompok
Jumlah gugus/kelompok
yang dibentuk disesuaikan dengan jumlah siswa. Tiap gugus/ kelompok harus
beranggotakan minimal 20 dan maksimal 25 siswa baru. Setelah terbentuk jumlah
gugus/kelompok, bagilah siswa senior dan guru secara merata ke dalam
gugus/kelompok itu. Sedapat mungkin daftar anggota gugus/ kelompok dapat
diumumkan sebelum libur akhir tahun pelajaran, agar siswa lama sudah mengetahui
gugus/ kelompoknya.
3.
Penentuan Koordinator dan Wakil Koordinator
Gugus
Tugaskan
masing-masing satu orang guru sebagai Koordinator Gugus/Kelompok warga sekolah
dan satu orang guru lain sebagai Wakil Koordinator
4.
Pengarahan Teknis
Para Koordinator dan Wakil Koordinator serta
instansi terkait lainnya memberikan penjelasan teknis tentang pelaksanaan MOS.
5.
Penyusunan Acara MOS
Panitia
Penyelenggara mengadakan rapat persiapan untuk memilih materi yang sesuai
dengan kondisi, yang selanjutnya menyusun jadwal acara, antar gugus dapat mempunyai
susunan acara yang berlainan.
Contoh materi MOS:
MATERI WAJIB
|
MATERI PILIHAN
|
1.
Wawasan Wiyata Mandala
2.
Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
3.
Tata Krama / Budi Pekerti
4.
Pengenalan Kurikulum SMA
5.
Ibadah Bersama / Bintal
|
1.
Cara Belajar Efektif Kurikulum
2.
Dinamika Kelompok
3.
Lomba Kreativitas bidang Seni
4.
Lomba Kreativitas bidang Olahraga
5.
Kepemimpinan/ Leadership
6.
Perkenalan dengan Kakak kelas/ Guru/ tenaga
kependidikan
7.
Bhakti Sosial
8.
Ceramah Anti Narkoba, HIV/ AIDS
9.
Tata Upacara Bendera di Sekolah
10.
Baris – berbaris
11.
Pengenalan Kegiatan Ekstra Kulikuler
12.
Lain – lain ( disesuaikan dengan kondisi
sekolah )
|
6. Penentuan
Lokasi Penyelenggaraan
C. Alternatif Acara MOS
Alternatif
acara MOS yang dilampirkan ini dapat dipilih sebagai acara MOS yang disesuaikan
dengan kondisi sekolah masing–masing. Petunjuk dan contoh mengenai cara
menjalankan kegiatan dapat dilihat pada bagian lampiran.
BAB III
P E N U
T U P
Pedoman
Pembinaan Masa Orientasi Siswa (MOS) ini merupakan upaya untuk lebih memudahkan
penyelenggaraan Masa Orientsi Siswa di SM/SMK dengan mempertimbangkan kondisi
dan situasi masing–masing sekolah.
Pedoman
Pembinaan ini akan lebih berarti apabila diikuti peran aktif dan kreatif Kepala
Sekolah dan unsur sekolah lainnya serta dukungan orang tua, masyarakat dan
pemerintah daerah setempat.
Mudah–mudahan
dengan terselenggaranya MOS dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas sumber
daya manusia sebagai pembinaan awal kearah terbentuknya kultur sekolah yang
kondusif bagi proses belajar–mengajar.
Lampiran 1
CONTOH MATERI
MEMBUAT SUASANA GEMBIRA DAN
MENYENANGKAN (ICE BREAKING)
1.
Penyambutan “Selamat Datang”.
2. Sambutan
pembukaan oleh Kepala Sekolah dan pengenalan lingkungan sekolah (kelas, guru,
siswa, OSIS, lab/fasilitas, wawasan wiyata mandala, hak dan kewajiban, program
dan cara belajar, tata krama, dll.)
3.
Penghangat
suasana (perkenalan siswa baru)
4.
Olah
raga seni gembira (gabungan siswa baru dan siswa senior)
MENAMBAH WAWASAN
Kunjungan lapangan yang berkaitan
dengan:
1. Lingkungan
Hidup : pantai, taman, sungai,
pegunungan dll.
2. Kewirausahaan : kolam ikan, koperasi, pasar,
sawah, kebun, warung, dll.
3. Bakti
Sosial : panti
asuhan, yatim piatu, panti jompo, kebersihan, dll.
MENUMBUHKAN SEMANGAT DEMOKRASI SEJAK DINI
1. Presentasi
( laporan hasil kunjungan ), diskusi, debat, tanya jawab
2. Lomba
pidato, pengenalan HAM
3. Diskusi
kelompok
Lampiran
2
PEMBUKAAN
Tujuan
a. Mengawali pembukaan MOS secara resmi
b. Menyampaikan hal – hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan MOS
Waktu :
30 – 60 menit tergantung banyaknya hal yang ingin disampaikan, dan tergantung
apakah acara ini disatukan dengan upacara bendera atau tidak.
Peralatan : alat pengeras suara
Langkah Pelaksanaan
1. Seluruh
siswa senior dan ssiwa baru serta guru dikumpulkan di tempat pelaksanaan acara
2. Kepala
Sekolah menyampaikan ucapan selamat datang pada siswa baru dan himbauan kepada
guru serta siswa senior untuk menyambut kedatangan siswa baru dan membantu
warga baru ini untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
3. Kepala
Sekolah menyampaikn hal – hal yang dianggap perlu.
4. Kepala
Sekolah secara resmi menyatakan dimulainya acara MOS
Kemungkinan
Variasi
Jika
acara ini disatukan dengan upacara bendera, maka isi pengarahan Kepala Sekolah
dapat diberikan segera setelah upacara selesai.
Lampiran
3
PENGHANGATAN SUASANA DAN PERKENALAN
( 1 )
Tujuan
a. Menciptakan
suasana yang mengurangi ketegangan siswa baru dan membantu siswa baru untuk
merasa aman di lingkungan barunya.
b. Memberikan siswa baru kesan
yang positif terhadap Masa Orientasi Siswa
Waktu : 30
– 40 menit
Peralatan :
tidak ada peralatan khusus yang dibutuhkan
Langkah Pelaksanaan
a. Para anggota gugus/kelompok sekolah berkumpul di tempat
yang ditentukan untuk acara ini.
b. Pemimpin
acara membagi anggota warga ke dalam subgugus/subkelompok dengan mengusahakan
agar dalam tiap subgugus/kelompok ada siswa baru dan siswa senior.
c. Pemimpin
acara meminta setiap subgugus membentuk barisan dengan ketentuan urutan
baris dari depan sampai belakang harus berdasarkan abjad nama
anggota. Dengan demikian secara tidak langsung para anggota akan saling
menanyakan nama.
d. Setelah
semua subgugus/kelompok selesai membentuk barisan, pemimpin acara meminta
mereka mengingat urutan itu. Kemudian mereka diminta berbaris menurut ketentuan
lain. Sekali ini berdasarkan urutan ulang tahun. Setelah selesai mereka diminta
untuk mengingat susunan urutan ini.
e. Setelah itu
sekali lagi mereka diminta untuk membentuk barisan, misalnya berdasarkan jauh
dekatnya rumah dengan sekolah.
f. Pemimpin
acara kemudian mengatakan bahwa kegiatan selanjutnya tidak boleh dilakukan
dengan suara. Mereka diminta kembali untuk membentuk barisan urutan nama dalam
abjad, (tanpa boleh bertanya)
g. Setelah itu
pemimpin acara mengajak seluruh peserta menceritakan kesannya terhadap permainan
itu.
Kemungkinan Variasi
a. Ketentuan
untuk menyusun urutan dalam barisan bisa diganti dengan hal–hal lain misalnya
jumlah saudara, banyaknya provinsi yang telah dikunjungi, banyaknya huruf yang
dipakai untuk menuliskan nama jalan tempat tinggal masing–masing dsb.
b. Penghangat
suasana dapat menggunakan kegiatan yang sama sekali berbeda asal mudah
diselenggarakan dan bisa memberikan kesan yang menyenangkan.
Lampiran 4
PENGHANGAT SUASANA
DAN PERKENALAN
( 2 )
Topik Kegiatan “Memecahkan Gunung Es”
Tujuan
1. Untuk
menghilangkan sekat pemisah atau rasa kaku diantara peserta, sehingga tercipta
suatu suasana yang dinamis,
2. Untuk
memberikan kesempatan kepada peserta agar saling mengenal antara satu dengan
yang lainnya.
3. Untuk
mempercepat proses interaksi sehingga kegiatan selanjutnya dapat berjalan lebih
lancar.
Langkah
Pelaksanaan
a. Tahap Pembagian Kelompok
Terdapat
banyak cara untuk membagi kelompok peserta dalam suatu kegiatan. Cara yang
paling lazim ditempuh adalah dengan langsung memasukkan nama peserta dalam
kelompok. Cara tersebut sah – sah saja, tetapi tentu terasa kaku dan peserta
menjadi pasif.
Agar
suasana MOS dinamis dan peserta menjadi aktif, pemandu dapat menempuh cara
pembagian kelompok seperti pada contoh atau dengan variasi sendiri.
b. Ulasan
Setelah selesai
tahap perkenalan, pemandu diharap dapat menyampaikan ulasan kepada para peserta
program MOS tentang hikmah dari seluruh rangkaian “Memecah Gunung Es” yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 10
menit.
Pokok – pokok ulasan yang dapat
disampaikan antara lain sbb:
Secara
alami jika sekelompok orang tidak saling mengenal berada dalam suatu lingkungan
baru, hal pertama yang nampak hanyalah penampilan luar pribadi mereka, terkesan
dingin dan kaku. Mereka diibaratkan puncak – puncak gunung es yang muncul di
permukaan air. Hal ini dapat terjadi pula pada peserta MOS, terutama pada hari
– hari pertama, karena semua peserta adalah siswa baru.
Untuk
mengantisipasi masalah di atas, perlu diberikan dinamika kelompok dengan topik
kegiatan “Memecahkan Gunung Es”. Melalui topik kegiatan ini diharapkan para
peserta MOS dapat saling mengenal lebih jauh dan dapat mencairkan kebekuan dan
kekakuan antara mereka. Dengan demikian, para peserta lebih siap untuk
mengikuti kegiatan selanjutnya.
Contoh : Kegiatan Pembagian Kelompok
1. Judul : Kawan Bernyanyi
2. Waktu : sekitar 15 menit
3. Jumlah Peserta : 5 – 8 orang per kalompok
4. Tempat : di dalam kelas
5. Perlengkapan :
a. Kotak untuk tempat potongan kertas
b. Potongan kertas (4 x 7 cm)
yang jumlahnya sebanyak peserta. Pada potongan kertas dicantumkan judul lagu.
Jumlah judul lagu sebanyak kelompok yang akan dibentuk.
6. Prosedur
a. Pemandu mengumumkan bahwa kelas akan dibagi
ke dalam beberapa kelompok.
b. Pemandu mencapur aduk potongan–potongan
kertas yang telah diberi judul lagu dalam kotak di depan kelas.
c. Pemandu meminta setiap
peserta untuk mengambil selembar potongan kertas dari kotak dengan menutup mata
d. Setelah tiap peserta telah
mendapatkan potongan kertas, mereka diminta untuk menyanyikan lagu yang mereka
peroleh, namun tidak terlalu keras.
e. Pemandu menugaskan peserta
untuk mencari kawan yang menyanyikan lagu yang sama.
f. Selama melakukan pencarian,
peserta harus dalam keadaan sedang bernyanyi, dilarang berbicara dan bertanya.
g. Setelah mereka menemukan
kawan kelompoknya, mereka diminta untuk duduk berkelompok berdasar kesamaan
lagu yang mereka nyanyikan.
Contoh :
Kegiatan Perkenalan
1. Judul : “Kartu Nama Acak”
2. Waktu : sekitar 35 menit
3. Bahan :
a. Kartu kosong berukuran 7 x 10 cm sejumla
peserta
b. Alat tulis
c. Kotak untuk menempatkan kartu
4. Prosedur
a.
Pemandu memberikan kartu kosong pada tiap
peserta
b.
Peserta diminta untuk menulis pada kartu
tersebut yaitu nama lengkap dan asal sekolah
c.
Setelah ditulis lengkap, kartu dikumpulkan
kembali pada kotak, lalu dicampur aduk oleh pemandu
d.
Peserta diminta untuk mengambil kartu dengan
memejamkan mata.
e.
Setelah mendapatkan kartu nama, mereka harus
mencari pemilik kartu nama.
f.
Hal pertama yang dilakukan setelah menemukan
pemilik kartu nama tsb, peserta harus memperkenalkan diri lalu mewawancarai
pemilik kartu tentang biodata selengkapnya.
g.
Setelah waktu wawancara cukup, para peserta
kembali ke tempat masing – masing.
h.
Setiap peserta diminta memperkenalkan kepada
seluruh kelas tentang pemilik kartu nama serinci mungkin sesuai dengan data
yang telah berhasil dicatatnya.
Contoh : Kegiatan Perkenalan
1. Judul :
“Ki-Ka”
2. Waktu :
sekitar 30 menit
3. Prosedur :
a.
Pemandu meminta kepada peserta untuk duduk
melingkar dalam masing – masing kelompok, sehigga dapat saling melihat.
b.
Setiap peserta menghitung, lalu mereka harus
mengingat nomor hitungannya
c.
Peserta diminta untuk memperkenalkan diri kepada
seluruh peserta.
d.
Pemandu lalu menjelaskan aturan mainnya bahwa ia
akan berkata “ ki-ka, ki-ka, ki-ka,………..” bunyi terakhir pemandu harus
diperhatikan yaitu bisa “ki”, “ka”, atau “ka-ki”. Pada sat bersamaan, pemandu
menyebutkan nama salah satu peserta.
e.
Pemandu menjelaskan kunci permainan yaitu sbb:
Jika buyi
terakhir jatuh pada “ki”, maka peserta yang disebut harus berdiri dan
menyebukan nama kawan di sebelah kirinya.
Jika jatuh
pada “ka”, maka peserta yang disebut juga harus mempekanalkan kawan di sebelah
kanannya.
f.
Begitulah seterusnya, sampai waktu memungkinkan.
Lampiran 5
PROGRAM CARA BELAJAR
1. Tujuan
Mengetahui
isi program pengajaran dan cara belajar yang efektif di tingkat SMP, SMA dan
SMK
2. Waktu :
45 menit
3. Peralatan :
alat tulis, soal – soal untuk kuis, alat peraga ( tidak mutlak harus ada )
4. Langkah Pelaksanaan :
a. Seluruh
anggota kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan
b. Pemimpin acara memberikn informasi mengenai
isi program belajar SMP, SMA dan SMK dan cara–cara belajar yang efektif.
c. Setelah penjelasan selesai, peserta
dipersilahkn untuk bertanya.
d. Jika tidak ada pertanyaan dan waktu masih
memungkinkan, kuis bisa dilaksanakan.
e. Pemandu membacakan pertanyaan yang bisa
dijawab berebut oleh setiap subgugus. Subgugus yang berhasil menjawab
pertanyaan terbanyak, memenangkan permainan ini.
5. Kemungkinan
Variasi
a. Subgugus dapat diminta memberikan pertanyaan
secara tertulis.
b. Kelompok pemenang dapat diberikan hadiah
sebagai penghargaan dan penambah semangat kegiatan.
Lampiran 6
WAWASAN WIYATA MANDALA
1. Tujuan
Membuat
siswa mengenal dan memahami Wawasan Wiyata Mandala di sekolah.
2. Waktu : 30 – 45 menit
3. Peralatan : tidak
dibutuhkan peralatan khusus
4. Langkah Pelaksanaan
a. Seluruh
anggota gugus/kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan.
b. Pemimpin acara memberikan informasi tentang
lingkungan sekolah dalam rangka Wawasan Wiyatamandala
c. Pemimpin acara memberikan kesempatan bertanya
dan menjawab pertanyaan yang diajukan para peserta tersebut.
5. Kemungkinan
Variasi
a.
Informasi dapat diberikan saat upacara bendera
atau upacara penutupan
b.
Informasi dalam gugus kelompok dapat dilanjutkan
dengan kuis
c.
Informasi dapat dilanjutkan dengan lomba membuat
poster/ karikatur/ kartun yang berisi anjuran pelaksanaan Wiyata Mandala
Lampiran
7
OBSERVASI LINGKUNGAN
DALAM RANGKA WAWASAN WIYATA MANDALA
1. Tujuan
Membantu siswa mengenali lingkungan
sekolah sebagai bagian dari Wiyata Mandala
2. Waktu :
60 menit
3. Peralatan : a. satu lembar kertas polos untuk tiap siswa
b. alat tulis
4. Langkah Pelaksanaan
a. Seluruh
anggota gugus/kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan
b. Pemimpin acara menugaskan siswa lama untuk
menjelaskan gambaran mengenai lingkungan sekolah.
c. Para siswa
baru ditugaskan untuk membuat peta sekolah berdasarkan informasi yang diterima
dari siswa lama
d. Siswa lama diminta untuk mengoreksi hasil
peta yang dibuat peserta
e. Sisa waktu dapat digunakan untuk tanya jawab
dan komentar dari para siswa
Lampiran
8
HAK DAN KEWAJIBAN SISWA BARU
1. Tujuan
Membantu
siswa baru mengenali hak dan kewajibannya di sekolah baru
2. Waktu : 45 menit
3. Peralatan : tidak
dibutuhkan peralatan khusus
4. Langkah Pelaksanaan
a. Seluruh
anggota gugus/kelompok berkumpul di ruangan kelas atau tempat lain yang memadai
b. Pemimpin
acara menjelaskan mengenai hak dan kewajiban siswa baru
c. Setiap
subgugus/siswa ditugaskan untuk membuat ringkasan mengenai hak dan kewajiban
siswa baru
d. Tiap
wakil subgugus/siswa membacakan hasil ringkasannya di depan kelas
5. Kemungkinan Variasi
a. Tugas membuat kuis/sosiodrama
b. Tugas membuat ringkasan bisa diganti misalnya
membuat puisi, dll.
Lampiran
9
SENI GEMBIRA
1. Tujuan
a. Mendorong siswa untuk menghargai hal–hal yang
berkaitan dengan kesenian
b. Memberi kesempatan para siswa untuk
berekspresi
2. Waktu : 60 – 90
menit
3. Peralatan : tidak
dibutuhkan peralatan khusus
4. Langkah Pelaksaaan
a. Seluruh anggota gugus/ kelompok berkumpul di
tempat pelaksanaan kegiatan
b. Tiap gugus/ kelompok diberi waktu 20 menit
untuk merundingkan suatu ekspresi seni yang akan mereka lakukan, dengan catatan
lama penampilan maksimum 5 menit.
c. Setelah kesempatan berunding habis, pemimpin
acara mengundi nomor urutan penampilan masing – masing kelompok.
d. Di akhir acara, pemimpin acara mengumumkan
gugus/kelompok yang dinilai terbaik.
5. Kemungkinan Variasi
a. Gugus
/ kelompok terbaik bisa diberikan hadiah
b. Pemimpin acara dapat mempersempit pilihan
ekpresi seni dengan menentukan jenis keseniannya melalui kocokan.
Lampiran 10
LOMBA OLAHRAGA GEMBIRA
1. Tujuan
a. Memberikan
selingan bagi acara – acara yang lebih berorientasi pada berpikir
b. Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam
MOS
2. Waktu : 30 – 45 menit
3. Peralatan : disesuaikan dengan jenis olahraga yang
dipilih
4. Langkah
Pelaksanaan
a. Seluruh anggota gugus/ kelompok berkumpul di
tempat pelaksanaan kegiatan
b. Pemimpin acara menentukan jenis olahraga yang
akan dipertandingkan antar gugus / kelompok (misalnya tarik tambang, lari
kencang, makan kerupuk, dsb.)
c. Pemimpin acara memimpin pelaksanaan lomba
5. Kemungkinan
Variasi
Kegiatan
olahraga gembira dapat dilakukan lebih dari satu kali dan bersifat
menyenangkan.
Lampiran
11
PENGEMBANGAN
SIKAP DEMOKRATIK
1. Tujuan
Menanamkan kesadaran pada para siswa bahwa
setiap orang berhak berbeda pendapat
2. Waktu :
60 menit
3. Peralatan :
tidak dibutuhkan peralatan khusus
4. Langkah Kegiatan
a. Seluruh
anggota gugus / kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan.
b. Beberapa siswa ditunjuk untuk menceritakan
kegemaran mereka dan cita – cita mereka kelak
c. Mereka juga diminta untuk mendikusikan apa
yang kira – kira terjadi apabila semua orang diharuskan mempunyai kegemaran
yang sama dan cita – cita yang sama, lalu diminta untuk menjelaskan hasil
diskusi tersebut.
d. Pemimpin acara menjelaskan prinsip dasar
demokrasi yaitu bahwa setiap orang punya hak untuk berbeda pendapat. Setiap
orang kegemaran yang berbeda sesuai dengan minatnya.
5. Kemungkinan Variasi
Pertanyaan
tentang kegemaran bisa diganti dengan pertanyaan tentang favorit atau makanan
kesukaan
Lampiran 12
BAKTI SOSIAL
1. Tujuan
Membantu
siswa menumbuhkan kesadaran akan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial
masyarakat
2. Waktu : disesuaikan dengan kondisi sekolah
3. Peralatan : disesuaikan dengan kebutuhan
4. Langkah
Pelaksanaan
a. Seluruh anggota gugus/kelompok berkumpul di
sekolah
b. Pemimpin acara menjelaskan
kepada tiap subgugus/kelompok yang berkaitan dengan bakti sosial yang akan
dilaksanakan
c. Masing–masing
subgugus/kelompok menuju ke lokasi yang telah dilakukan untuk melakukan bakti
sosial
d. Bakti sosial dapat dilakukan dengan
mengunjungi panti asuhan, panti jompo, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar